denda pajak motor
- Auto

Tips Agar Anda Terhindar Dari Denda Pajak Motor

Kebanyakan masyarakat pasti memiliki keinginan untuk memiliki kendaraan pribadi sebagai alat transportasi sehari-hari yang dapat digunakan untuk bekerja, atau sekadar belanja, bahkan ada yang ingin memiliki karena mengikuti trend saja. Selain menghemat ongkos, kita memang diuntungkan dengan penghematan waktu. Contohnya saja saat kita berkendara menggunakan motor, akan lebih efisien dalam segi waktu. Tapi, terkadang ada kendala sehingga membuat kita untuk tidak membeli kendaraan secepatnya. Biasanya terkendala dalam hal keuangan. Nah, kalau sudah begini biasanya kita akan mengurungkan niat untuk membeli kendaraan pribadi walaupun itu hanya satu unit motor saja. Namun sekarang bukan masalah untuk memiliki kendaraan, sering kita temukan iklan penjualan motor di sosial media, dan yang mereka tawarkan adalah motor bekas.

Tidak ada salahnya untuk membeli motor bekas, tetapi ada hal yang harus Anda pertimbangkan sebelum membelinya. Di antaranya adalah proses dan biaya balik nama motor, beberapa Berkas untuk mengurus proses balik nama, besar biaya administrasi lainnya, dan memikirkan juga denda pajak motor yang memang bermasalah karena keterlambatan membayar. Sekarang langsung saja kita bahas apa saja persyaratan untuk membawa pulang motor second ini.

  1. Balik nama STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan)

Dalam proses mengurusi STNK, Anda diharuskan melunasi semua biaya yang ada pada STNK. Pada STNK tertulis kapan Anda harus membayar pajak kendaraan. Jika terjadi keterlambatan pembayaran pada waktu sebelumnya, Anda juga perlu melunasinya, ini yang dinamakan denda. Dalam mengurus yang satu ini, Anda perlu membayar BBN KB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor), PKB (Pajak Kendaraan Bermotor), SWDKLJJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan), biaya administrasi STNK, dan biaya administrasi TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor). Dan untuk besarnya biaya, Anda hanya perlu melihat jumlah PKB yang tertera pada STNK, lalu untuk biaya BBN KB adalah sebesar 2/3 dari PKB.

  1. Mengurus STNK
Baca Juga :  KYT Vendetta 2 Review, Ulas Kelebihan dan Kekurangannya

Untuk mengurus STNK, Anda perlu datang ke kantor Samsat (Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap) sesuai dengan domisili yang tertera di KTP Anda. Jadi, di kantor Samsat ini nantinya akan ada beberapa pelayanan untuk kepentingan masyarakat, prosesnya ini ada di dalam satu gedung.

  1. Mengurus BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor)

Jika sudah selesai mengurusi STNK, maka yang perlu dilakukan selanjutnya adalah mengurus balik nama BPKB. Untuk mengurus BPKB, silahkan Anda mendatangi Polda sekaligus membawa berkas persyaratan seperti fotokopi KTP, fotokopi STNK yang sudah balik nama, fotokopi kwitansi bahwa Anda sudah membeli motor tersebut, fotokopi pengecekan cek fisik, dan BPKB yang asli dan fotokopinya. Dan jangan lupa, Anda perlu menyiapkan uang untuk membayar proses pengurusan BPKB ini sesuai harga yang ditentukan. Lalu, Anda harus menunggu beberapa hari sampai pihak Polda menyampaikan bahwa proses balik nama di BPKB Anda sudah selesai. Jangan mengira mengurus balik nama bisa selesai dalam sekejap, jadi Anda perlu sabar menunggu ya.

Jika Anda sudah selesai mengurus proses balik nama, Anda perlu mengingat kapan harus membayar pajak, jangan sampai terjadi keterlambatan untuk meminimalisir denda yang dikenakan. Bayangkan saja, jika Anda telat membayar 1 minggu saja, denda yang dikenakan akan dihitung seperti satu bulan. Jika Anda telat membayar selama 1 bulan 1 hari, maka Anda dikenakan denda seperti dua bulan. Sayang dong pastinya harus mengeluarkan uang yang lebih banyak hanya untuk membayar denda pajak motor. Maka dari itu, rajin bayar pajak ya.

About Micheal Davidson

Read All Posts By Micheal Davidson